Otak manusia bekerja melalui interaksi antara bagian yang mengatur emosi dan bagian yang mengatur pertimbangan rasional.
Kira-kira kebiasaan jajan, jajan, jajan, dan jajan yang ribuan kali itu apakah benar membuat mereka dapat disiplin menahan diri mengendalikan nafsu keinginan?
Ketika berubah-ubah ya jangan sekali-kali protes lohn ya. Seiring dengan bertambahnya pengetahuan, pengalaman, dan terutama pemahaman tentang konsep dirinya, makin dewasa tentu saja akan mengerucut.
Jika anak terbiasa dengan closet duduk, maka ia harus dilatih untuk menggunakan closet jongkok. Jika ia terbiasa dengan closet jongkok, maka ia harus dilatih untuk terampil menggunakan closet duduk.
Jika mau diamati, peluang terjadinya bullying di sekolah dari sejak kita kecil adalah waktu dan tempat dimana guru tidak mengawasi: di jam istirahat, di tempat yang tidak ada pengawasan guru di sana
JIKA ORANGTUA SERING DIKALAHKAN TANGISAN ANAK ketika anak kecil, maka tak sulit bagi anak, membuat ORANGTUA NANGIS SETELAH ANAK-ANAK INI DEWASA
Jika anak sering diabaikan perasaannya, maka bagaimana mungkin mereka setelah dewasa dapat memahami dan peduli dengan perasaan orang lain sementara perasaannya sendiri pun mereka tidak paham?
Apakah tidak ada jalan lain untuk membuat anak dapat survive di masa depan selain dengan cara belajar mengalahkan orang lain?
Banyak anak kebingungan untuk bersenang-senang dan hakikatnya berarti kreativitasnya sebetulnya mati, karena sudah terlanjur otaknya "tergantung" dengan gadget.